Negeri Impian
Jika anda seekor lalat yang kelelahan setelah lama terbang, berhati-hatilah terhadap jaring laba-laba yang tampak begitu lembut. Salah sedikit anda akan terjebak selamanya.
Jika anda seorang manusia dengan cita-cita, berhati-hatilah terhadap negeri impian yang berada nun jauh di seberang sana. Bisa jadi semuanya hanyalah jebakan yang akan memeras habis segala potensi jasad dan jiwa anda untuk kehampaan.
Ada sebuah cerita ironis mengenai seorang bijak yang telah meraih segalanya di dunia. Beliau, dengan kreativitas dan kerja kerasnya, telah meraih kebebasan finansial sejak usia muda. Bermodalkan inilah ia bisa membahagiakan kedua orang tuanya dan membantu handai taulan yang membutuhkannya. Ia mempunyai istri yang paling cantik dan anak-anak yang sehat dan pandai. Tahun demi tahun pun berlalu. Di hari senjanya, mendadak beliau dihinggapi kebingungan, untuk merasa berbahagiakah karena telah meraih segalanya di dunia, ataukah harus berduka karena akan segera meninggalkannya.
Sementara itu di sisi lain dunia, banyak kita temui orang-orang yang menjauhi kehidupan duniawi, dan memilih mengisi hari-harinya dengan beribadah dan bersemedi. Ironisnya, jalan hidup yang mereka pilih pun tidak terlepas dari rasa kecewa, karena selain tidak bisa menikmati kehidupan dunia, merekapun tidak mutlak menjadi yang teratas di akhirat kelak. Alasannya sederhana saja, kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang kalah bersaing dalam kehidupan dunia dan memilih mengasingkan diri daripada menanggung beban dan malu.
Agar tidak salah memilih jalan hidup dan kecewa di kemudian hari, ada gunanya juga jika kita sejenak merenungkan kembali nasehat bapak dan ibu guru di SD dulu. “Jajanan yang enak belum tentu sehat, dan sebaliknya makanan yang sehat dan baik tidak harus lezat.”
“Menjadi bijak tidak berarti meninggalkan masalah keduniaan, melainkan mendudukan masalah bumi dan langit pada tempatnya masing-masing”
“Belajar dari pengalaman organisme yang lebih rendah dari kita, ternyata semakin canggih mekanisme pertahanan seekor binatang bersamaan dengan itu para predatornya pun akan mengembangkan strategi yang jauh lebih efektif. Zaman penjajahan dan era keterbelakangan boleh jadi sudah kita lewati, namun bahaya yang jauh lebih mematikan sedang menunggu di depan kita”
