Friday, November 17, 2006

Sang Cenderawasih Kirana

Sekelompok lelaki, tua dan muda, dibuat terpana oleh keindahan seorang wanita. Setiap kata yang mengalun dari bibirnya, setiap inci tubuhnya, terlihat begitu indah dan sempurna.

Sekelompok cenderawasih jantan sedang berlomba memamerkan bulu-bulu indahnya. Tak lama lagi mereka akan bertarung sampai mati demi memperebutkan sang betina.

Cerita tentang mahluk-mahluk cantik dari berbagai spesies, mengajarkan pada kita, bahwa untuk menjadi sang Cenderawasih Kirana anda tak harus betina.


Dalam dunia binatang, pada umumnya yang memiliki daya pesona tinggi adalah kaum jantannya dengan kilau dan keanggunannya. Sedang si betina biasanya berkulit redup dan nampak sangat membosankan. Yang lucu adalah pada akhirnya yang saling seruduk berebut cinta justru kaum jantannya. Rusa-rusa dengan tanduknya; Singa-singa dengan surai dan cakarnya; Ular-ular dengan tarian mautnya. Tinggal kita yang mengamati kebingungan, mengapa betina yang jelek begitu menjadi bahan rebutan jantan-jantan yang indah, dan bukan sebaliknya ?.

Hal yang sama kita saksikan dalam dunia manusia. Anak-anak muda dengan gairahnya; Om-om kesepian dengan kantong tebalnya; Dan kyai-kyai dengan sorban putihnya yang melambai-lambai. Mereka dibuat terpesona mampus oleh mahluk bernama wanita. Padahal mungkin, Tuhan menciptakan kaum lelaki beberapa derajat lebih tinggi. Tapi mengapa gerangan sang betina jadi kelompok yang indah dan kita jadi yang jorok ?.

Bicara keindahan dan kecantikan wanita saya jadi teringat Luna Maya dan Darwis Triadi. Ketika foto-foto sensual mereka dipertanyakan oleh khalayak ramai karena dianggap pornografi, mereka serempak berdalih kalau semuanya demi keindahan dan seni. Ada betulnya juga sih. Cuma mungkin kita juga mesti mafhum kalau tanpa nafsu, model-model itu dan fotografernya sekalian tidak akan menjadi sekaya itu.


“Kalau sekedar bersaing memperebutkan sang pujaan hati, itu bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai keluarga, nurani dan kepercayaan jadi tumbalnya, sungguh anda lebih rendah dari binatang”

“Wanita memang indah. Tapi kalau sampai kita rela merogoh uang Rp 30.000 setiap bulannya untuk membeli majalah sensual, dan seribu ribu rupiah setiap minggunya untuk para fakir, maka ini bukan lagi masalah keindahan melainkan nafsu”

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home